Asimetri Positif–Negatif
positive–negative asymmetry
Ringkasan Singkat
Kecenderungan orang untuk memberikan beban dan pertimbangan yang lebih besar pada informasi dan peristiwa negatif dibandingkan hal positif dalam pengambilan keputusan.
Asimetri positif–negatif adalah bias kognitif di mana informasi negatif memiliki dampak yang jauh lebih kuat pada pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang dibandingkan informasi positif dengan intensitas yang sama. Fenomena ini pertama kali dijelaskan oleh psikolog Belgia Guido Peeters pada tahun 1971.
Contoh klasiknya adalah dalam dunia politik: pemilih lebih cenderung menolak seorang kandidat karena satu berita negatif daripada menerimanya karena sepuluh berita positif. Hal ini terjadi karena secara evolusioner, mendeteksi bahaya atau ancaman (informasi negatif) jauh lebih krusial untuk kelangsungan hidup daripada mendeteksi peluang. Akibatnya, informasi negatif memerlukan lebih banyak pemrosesan kognitif dan pembenaran yang lebih kuat bagi penerimanya.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Peeters, G. (1971). The positive-negative asymmetry: On cognitive consistency and figural unity. European Journal of Social Psychology.
- Baumeister, R. F., et al. (2001). Bad is stronger than good. Review of General Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.